Salin link untuk situs XXX

http://panimboxxx.blogspot.com/
0

0

menymbang bangku taman temannya bantah jokowi

0



Jokowi bantah penyumbang bangku taman temannya
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ( Jokowi ) mengaku pengusaha yang memberikan dana Corporate Social Responsibility (CSR) berupa bangku taman berasal dari Ceper, Klaten, Jawa Tengah. Menurutnya, pengusaha tersebut bukan kerabat maupun orang yang dikenalnya.

"Kerabat siapa lagi, tanya ke dinas taman. Masa saya ngapalin CSR. Itu dari Ceper dari Klaten, itu pengusaha dari Klaten. Masak semua orang saya kenal," ucap Jokowi di Balai Kota Jakarta, Jumat (18/10).

Mantan wali kota Solo ini membantah jika pengusaha tersebut adalah dirinya. Sebab, usaha mebelnya hanya berbahan baku kayu bukan besi.

"Nggak dong masak punya saya. Saya tidak punya usaha mebel seperti itu. Mebel itu kayu bukan besi. Tanya aja ke dinas," ungkapnya.

Jokowi menegaskan, bangku tersebut masuk kategori bagus. Karena itu ada pihak tak bertanggungjawab yang mencurinya.

"Ini kan sudah dituker lagi. Tapi bangku itu kan berat sudah dicor. Kok ya bisa diangkut. Mungkin karena bangku tamannya bagus. Jadi banyak yang seneng," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jokowi mendatangkan sekitar 340 unit kursi taman untuk dipasang di ruas Jalan Thamrin, Sudirman, dan Medan Merdeka. Selasa (18/6), sudah datang sebanyak 70 kursi taman dari Solo.

Menurut Riyanto, salah satu perakit kursi di Balai Kota, sejumlah kursi taman itu merupakan pesanan dari Jokowi beberapa waktu lalu kepada UD Buana Jaya, salah satu perusahaan mebel di Solo.

Sang pemilik, lanjut Riyanto, diketahui adalah rekan Jokowi saat menjadi Wali Kota Solo. "Ini bukan dari mebel Pak Jokowi , tetapi perusahaan mebel yang pemiliknya merupakan teman Pak Jokowi saat beliau menjabat wali kota di Solo. Namanya UD Buana Jaya," kata Riyanto. UD Buana Jaya dimiliki oleh Haji Salamun.
0

Kebakaran di Tanah Abang

0



Kebakaran di Tanah Abang, 20 mobil Damkar dikerahkan
Kebakaran kembali terjadi. Kali ini api melahap sebuah rumah di kawasan padat hunian di Jalan Betutu, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Kebakaran terjadi pukul 21.20 WIB," kata petugas Sudin Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat, Deki, kepada merdeka.com, Jumat (18/10).

Pihaknya menerjunkan 20 unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi. Saat ini api sudah berhasil dipadamkan.

"Sudah balik kanan (personel damkar)," katanya.

Tak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Pihaknya belum bisa memastikan apa penyebab kebakaran tersebut.

Pelaku usaha belum sadar terapkan SNI di helmt

0



Pelaku usaha belum sadar terapkan SNI di produk dan jasa
Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian terus mendorong pengusaha menerapkan standar mutu SNI di produk barang maupun jasa mereka. Penerapan pilar standarisasi ini ditopang oleh kekuatan dua elemen yaitu pengembangan dan penerapan. Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, dari sekitar 7.700 sertifikasi SNI yang telah dikeluarkan, belum semua diterapkan atau dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan.
"Bahkan fakta yang ada sertifikasi SNI produk sebagai elemen utama penerapan SNI masih didominasi oleh SNI yang diberlakukan secara wajib oleh Kementerian Non Teknis," ucap Hidayat dalam pidatonya di SNI Award, JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (18/10).
Ini membuktikan penerapan SNI oleh pelaku usaha masih cenderung didorong oleh pemberlakuan regulasi teknis, bukan kesadaran mereka untuk secara sukarela menerapkan SNI.
"Untuk meningkatkan ini, kita melakukan berbagai program dan kegiatan mendorong peningkatan SNI, baik oleh dunia usaha bergerak di bidang barang maupun jasa. Salah satunya bentuk kegiatan penyediaan insentif terutama peningkatan kompetensi SDM," katanya.
Untuk meningkatkan kesadaran standar mutu, pemerintah melalui Badan Standarisasi Nasional juga memberikan stimulasi kepada dunia usaha melalui pemberian penghargaan bagi perusahaan atau organisasi yang mempunyai komitmen konsisten menerapkan SNI.
"Saya harap SNI Award menjadi pemicu perusahaan atau organisasi yang lainnya untuk mengikuti jejak pionir penerima SNI Award," tutupnya

bintang dunia maya.

0

Pages - Menu