0
Siap-siap, TV Analog tak Bisa Lagi Terima Siaran

Assalamuaaikum,.

Salam Hormat Utk Para SESEPUH

Sbelumnya mv klo


Siap-siap Gan, Modernisasi 2015

Tak lama lagi, TV analog bakal tak bisa menerima siaran. Sesuai International Telecommunication Union (ITU) atau otoritas telekomunikasi internasional, Paling lambat, 17 Juni 2015 seluruh dunia mewajibkan lembaga penyiaran melakukan penyiaran dengan digital.

Imbasnya, TV analog seperti yang ditonton sehari-hari bakal tak bisa menerima siaran. Dan mau tak mau, masyarakat harus berganti ke TV yang bisa menangkap siaran digital.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kini mulai melakukan sosialisasi agar masyarakat bersiap-siap untuk bermigrasi dari TV analog ke TV digital.

"Keputusan ITU, 17 Juni 2015 seluruh TV analog harus migrasi ke digital," tulis Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Tifatul Sembiring melalui akun twitternya, @tifsembiring, Sabtu (28/1/2012).

Dijelaskan, nantinya pabrik-pabrik TV akan memproduksi TV digital. "Gambar bersih dan suara bening," lanjut Tifatul.(*)

Spoiler for Perbedaan TV Digital & TV Analog:
Quote:
Originally Posted by B.P.L.N View Post
Perbedaan TV Digital dan TV Analoghanyalah perbedaan pada sistim tranmisi pancarannya, TV kebanyakan di Indonesia, masih menggunakan sistim analog dengan cara memodulasikannya langsung pada Frekwensi Carrier, Sedangkan pada Pada sistim digital,data gambar atau suara dikodekan dalam mode digital (diskret) baru dipancarkan.
Sebagai ilustrasi, Jika 'dahulu' kita menonton film lewat VCR, Video yang pakai pita, itu adalah analog, tapi kita sekarang dalam format digital MPEG, atau kalau kalau kita mendengarkan musik dengan pita kaset, itu adalah Analog, tapi jika kita mendengarkan MP3, itu adalah Digital.
Seorang awam membedakannya adalah dengan mudah, Jika TV analog signalnya lemah (semisal problem pada antena) maka gambar yang diterima akan banyak'semut' tetapi jika TV Digital yang terjadi adalah bukan 'semut' melainkan gambar yang lengket seperti kalau kita menonton VCD yang rusak.
kualitas Digital jadi lebih bagus, karena dengan Format digital banya hal dipermudah. Seperti kalau dulu CD-A (CD audio analog) atau laser disk jadul satu keping hanya mampu memutar lagu selama 60 menit atau sekitar 6 lagu, maka dengan mode digital sekarang pada CD yabf sama bisa disimpan lagu digital format MP3 hingga ratusan lagu.
kalau pada TV analog satu pemancar dengan pemancar lainnya harus dengan frekwensi berbeda, maka dengan mode Digital, satu frekwensi bisa memancarkan banyak siaran TV.
Siaran TV Satelit Dulu memakai Analog. Sekarang sudah banyak yang digital. Tidak semua TV satelit memakai sistim Digital. Di beberapasatelit Arab banyak yang memakai mode analog.
Sebenarnya untuk menerima siarandigital untuk TV yang analog tidaklah terlalu mahal. Receiver ini hanya tinggal pasang antena dan kemudian AV nya colokkan ke TV.
yang untuk siaran TV satelit namanya DVB-S (Digital Video Broadcasting - Satelite)
Sedangkan untuk di daratan namanya DVB-T(Digital Video Broadcasting - Terresterial)
Mengenai harganya ? banyak Receiver DVB-S harganya dibawah 200 ribuan
Jika anda melihat Indosiar atau Metro TV atau RCTI melalui satelit anda bisa melihat siaran TV Digital. Tidak Harus plasma, Tidak harus HD,karena stasiun TV Nasional masih memakai SDTV meskipun mereka memancarkan secara digital lewat satelit
Dengan memakai TV 14 inchi yang paling murahpun anda bisa menonton TV digital.
Sedangkan jika anda membeli TV LCD, hampir semua bisa menerima signal Digital tanpa alat tambahan karena sudah dilengkapi dengan receiver digital.
Thank to Agan B.P.L.N

Spoiler for Yang masih mau pake TV Analog:
Quote:
Originally Posted by D.Cuy View Post
sebenernya ga harus beli TV baru biar dapet siaran digital...

smua tv analog baik tabung, slim flat, lcd....
yg butut, yg jelek, usang smuanya bisa kok nerima siaran digital...

nah tapi perlu alat khusus converter nya..
namanya DVB T receiver...

Spoiler for DVB T receiver:


ga mungkin lha kalo disuruh beli TV baru
bakal tekor masyarakat, yg ada malah demo dimana2