Duh! Gadis 12 Tahun Ini Dijual Ayahnya ke Pria Hidung Belang

0


Jakarta - Sungguh malang nasib gadis 12 tahun ini. Dia dipaksa melayani nafsu bejat pria hidung belang atas perintah ayah kandungnya sendiri yang berinisial S. Tak tahan menderita, bocah itu kabur dan saat ini dalam perlindungan Komnas Perlindungan Anak (PA).

Bocah itu melarikan diri dari rumah kontrakan ayahnya di Cengkareng dengan diantar temannya, Selasa (13/11). Mereka lantas menuju Kalideres.

"Di Kalideres dia bertemu polisi, lalu lapor polisi ala anak-anak. Sayangnya, polisi bukan merujuk ke polres malah dirujuk ke salah satu stasiun TV. Nah stasiun TV itu menghubungi saya tadi malam, kira-kira pukul 17.00 WIB," kata Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait di kantornya di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (14/11/2012).

Arist bercerita, ibu bocah ini telah meninggal saat ia duduk di kelas 1 SD pada tahun 2007 di Solo. Begitu lulus SD, bocah ini pindah ke Jakarta bersama ayahnya. Keduanya tinggal di rumah kontrakan di Cengkareng selama empat bulan terakhir.

"Dia seharusnya sekarang kelas 1 SMP, tapi tidak disekolahkan bapaknya," kata Arist.

Menurut cerita bocah itu, sang ayah kerap mabuk dan memukulnya jika dia menolak permintaan ayahnya untuk 'melayani' pelanggannya. "Menurut si anak, sebelum pindah ke Jakarta, bapaknya tidak seperti itu. Ini kejadian sejak 4 bulan yang lalu," ujarnya.

Dalam sebulan, dia melayani 5-6 laki-laki hidung belang dengan tarif Rp 300-400 ribu. "Tapi uang itu langsung diberikan ke ayahnya. Dia tidak mendapat uang sama sekali," tutur Arist.

Walau telah memperoleh perlakuan jahat dari ayahnya, bocah itu kadang rindu pada ayahnya. "Korban masih nangis-nangis. Dia antara sedih dan kangen juga sama bapaknya," ucap Arist.

Komnas PA belum bisa menghubungi keluarganya yang di Solo karena tidak memiliki kontak. Arist mengatakan bahwa bocah itu akan dibawa ke rumah perlindungan sosial yang aman.

"Merumuskan langkah-langkah untuk memulihkan pengalaman pahit, menghilangkan trauma, dan apakah nanti akan melanjutkan sekolahnya," kata Arist.