PD: Silakan PDIP Unjuk Rasa yang Konstruktif

0
Jakarta Partai Demokrat mempersilakan PDIP untuk mengerahkan massanya berunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM. Meski begitu demo tersebut harus bersifat konstruktif dan tidak anarkis.

"Pertama demo itu suatu yang wajar, menyampaikan berbagai aspirasi selama demo itu konstruktif dan tidak anarkis. Presiden sendiri mempersilakan berdemo," ujar Sekretaris Fraksi PD Saan Mustopa, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/3/2012).

Menurut Saan PDIP yang sudah punya perwakilan di parlemen, tidak perlu melakukan gerakan ekstra parlementer. Sebab, aspirasinya bisa disalurkan melalui wakilnya di parlemen.

"Bagi kelompok masyarakat yang tidak ada parlemen bisa unjuk rasa. Kalau partai yang sudah ada di parlemen apa perlu melihatkan unjuk kekuatan. Apa ngga cukup?" tanya anggota Komisi III ini.

Saan mengatakan wakil PDIP di DPR mungkin membutuhkan dukungan massa dari luar untuk mendukung penolakan kenaikan BBM. Padahal, menurutnya jika seperti itu, padahal di parlemen disediakan ruang berdebat.

"Seperti ditunjukan dalam pembahasan RAPBN-P ini," ungkapnya.

Lebih lanjut Saan mengatakan PD tidak pernah mau ikut campur urusan parpol lain. Sebab, menurutnya masing-masing parpol punya cara yang berbeda.

"Sah saja, tapi dalam konteks ini apa perlu anggota DPR turun ke jalan. Wajar demo, tapi tidak anarkis," tutupnya.