Ketua Demokrat Sumenep Dilaporkan ke Polisi

0


KOMPAS.com/Taufiqurrahman Yusuf Ismail, mantan ketua panitia Muscab 2 Partai Demokrat Sumenep.
SUMENEP, KOMPAS.com — Ketua Partai Demokrat Cabang Sumenep, Jawa Timur, Djoni Junaidi, dilaporkan ke polisi oleh mantan Ketua Panitia Musyawarah Cabang (Muscab) 2, Yusuf Ismail. Laporan tersebut merupakan buntut dari pelaksanaan Muscab 2 yang digelar pada 4 Februari 2012 lalu, yang belum tuntas hingga sekarang.
Djoni Tunaidi dilaporkan ke kepolisian karena dianggap mencemarkan nama baik Yusuf Ismail dan penggelapan uang partai. Yusuf, Jumat (27/4/2012) kemarin, mengaku dirugikan karena dituduh tidak mempertanggungjawabkan keuangan partai ketika menjabat sebagai Ketua Muscab oleh Djoni.
"Saya dianggap tidak layak jadi pengurus partai periode 2012-2017 karena alasan tidak mempertanggungjawabkan pelaksanaan Muscab," kata mantan Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Sumenep ini.
Yusuf menambahkan, Djoni diduga telah menggelapkan uang partai sebesar Rp 22 juta. Menurut dia, uang tersebut masih di bawah tanggung jawab panitia Muscab II Partai Demokrat.
"Tanpa sepengetahuan saya, tiba-tiba dana puluhan juta itu habis. Bagaimana saya bisa mempertanggungjawabkan kepada partai," katanya.
Namun, atas tuduhan itu, Djoni Tunaidi mengelak. Dirinya mengaku tidak pernah memegang ataupun mengelola sisa uang yang masih merupakan tanggung jawab panitia Muscab.
"Saya tidak tahu soal uang itu. Saya hanya minta panitia mempertanggungjawabkan secara formal saja," terangnya.
Bahkan, kata dia, jumlah uang yang dijadikan obyek laporan ke polisi oleh Yusuf Ismail sampai saat ini tidak dipakai sepeser pun.
"Semua maintenance di kantor yang baru dibeli menggunakan uang pribadi saya, tidak ada sepeser pun uang partai yang digunakan," imbuhnya.
Adapun Djoni Tunaidi terpilih secara aklamasi pada Muscab II Partai Demokrat yang digelar 4 Februari 2012 lalu. Hingga saat ini Djoni masih belum menerima SK dari DPP Partai Demokrat untuk memimpin partai tersebut di Kabupaten Sumenep.