0
oto King Faaz Arafiq Anak Fairuz dan Galih Ginanjar (P) bakalan jadi bahasan seru berita artis kali ini.
Kabar Fairuz A Rafiq Melahirkan (L) setahun setelah pernikahan awalnya cukup mengejutkan. Pasalnya, Fairuz dan Galih Ginanjar awalnya berniat menunda kehamilan hingga 2 tahun. Ga papa kok, anak malah bawa rezeki. ;-)

Pasangan muda Galih Ginanjar dan Fairus A. Rafiq (F) membagi berita bahagia melalui pesan singkat lewat BlackBerry Messenger (BBM), Senin, 2 April 2012.
“Alhamdulillah berkat doa dari saudara, sahabat, teman semua, (*) telah lahir dengan selamat anak laki-laki kami bernama King Faaz Arafiq (L) dengan berat 3,2 kg dan panjang 51 cm.”
Putra pertama pasangan yang menikah (L) pada 5 Maret 2011 lalu ini sendiri lahir secara Caesar di Rumah Sakit Bunda, Menteng, Jakarta Pusat. Alasan operasi dipilih mantan kekasih Siti Annisa ini untuk untuk :-) memudahkan sang istri dalam menjalani proses persalinan.
“Pagi sekitar jam lima perawat mulai masuk. (O) Jam empat sudah warning untuk siap-siap operasi. Jam setengah lima sudah siap-siap juga Fairuz pakai baju operasi. Jadi jam enam itu (I) benar-benar ngumpul keluarga. Berdoa dulu baru masuk untuk operasi,”
“Alhamdulillah berjalan lancar. :-) Prosesnya juga cepat, cuma sepuluh menit. Saya saja kaget, kok bisa cuma sepuluh menit. Cepat banget maksud saya 10 menit bayinya langsung keluar. (O) Habis itu saya ke bayinya nunggu dibersihkan setengah jam paling lama,”
“Kondisi Fairus sekarang, alhamdulillah sehat. (L) Cuman masih terbawa obat. Jadi gampang tertidur,”
Bayi laki-laki ini (F) sendiri lantas diberinama King Faaz A Rafiq. Nama King atas permintaan Fairuz, sementara Faaz berarti keberuntungan. Sementara A Rafiq berarti Ahmad yakni orang yang mulia (Y) dan Rafiq yakni seseorang yang bisa dijadikan sahabat.
“Jadi bisa diartikan (H) raja pembawa rejeki yang mulia yang bisa bersahabat.”
“Jadi bisa bersahabat ke semua orang. Harapan ke depannya seperti itu,” (I)
Galih Ginanjar sendiri mengaku ingin mengarahkan :-) sang putra menjadi seorang pilot. Keinginan terpendamnya yang ga’ bisa kesampaian.